Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Penyuluhan Advokasi Pengarusutamaan Anak bertempat di Aula Kecamatan Amuntai Tengah yang dilaksanakan Senin (28/8), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan sosialisasi yang bertema Menjadikan Seorang Wanita Sebagai Sosok Srikandi Dalam Rumah Tangga, Selasa (29/8) bertempat di Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah.

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana hasil perekrutan dan pelatihan tutor yang sudah dilaksanakan yang telah menghasilkan 8 orang tutor. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Seketaris Daerah drh. H. Suyadi.

Suyadi yang hadir dalam kapasitas mewakili Bupati HSU menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat menyambut baik program dari Pemerintah Pusat yang menjadikan Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai role model pencegahan permasalahan KDRT dan menjadi daerah yang pertama dijadikan sampel untuk pencegahan dan penyelesaian masalah KDRT jika sudah terjadi KDRT pada salah satu keluarga.

Para tutor yang dari hasil pelatihan sebelumnya langsung diberikan izin oleh Dr. Boerhanuddin Phanogo untuk menyampaikan materi seputar KDRT kepada masyarakat Kelurahan Antasari.

Kedelapan orang tutor tersebut sangat antusias dalam pemberian materi ini. Para tutor menyampaikan materi tentang permasalahan KDRT dan cara pencegahan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman hidup yang dialami sendiri oleh para tutor masing-masing.

Dr. Boerhanuddin Phanago, motivator nasional pada  Kementerian PPPA mengharapkan setelah adanya sosialisasi ini akan terjadi penurunan KDRT pada Wanita dan Anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga 0% pada tahun 2019 nanti (Diskominfo/Faisal/ Aspani).